Tampilkan postingan dengan label Petikan Ceramah Venerable Ding Hong 01~25. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petikan Ceramah Venerable Ding Hong 01~25. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Cara menghapus sumpah serapah


Petikan Ceramah Venerable Ding Hong :
Tempo dulu saya pernah mengucapkan sumpah serapah, sekarang jadi menyesal, apa yang harus dilakukan?

Saya ajari anda satu cara yakni katakan saja pada Buddha Amitabha, tempo dulu saya pernah mengucapkan sumpah serapah, sekarang saya mau tarik kembali, semoga takkan jadi kenyataan. 

Buddha Amitabha pasti mengabulkannya, Beliau pasti akan memberkatimu, anda pasti takkan ditimpa petaka, jadi tenang saja. Selanjutnya jangan dipikirkan lagi, yang berlalu biarlah berlalu, sumpah serapah itu telah menjadi masa silam, takkan jadi kenyataan lagi.

Buanglah ke tempat sampah, jangan kutip kembali, juga jangan diingat lagi, takkan ada masalah. 

Dipetik dari : Ceramah Venerable Ding Hong
Judul : Pokok Bahasan Melatih Diri dan Kehidupan Keseharian
Serial ke-175
Tanggal : 18 Juli 2012
Bertempat di : HK Buddhist Education Foundation



我教你个方法,你就跟阿弥陀佛说,以前发的这个恶愿现在收回,以后再也不会实现。阿弥陀佛一定会批准,他一定会加持你,你就没有这个问题,你也不会得这个病,你就放心。从今以后就不要再想它,过去的已经过去,这个念头已经成为过去,再也不会实现了。你就把它丢到垃圾桶,不要再把它拣回来,想都不要再想,就没事了。

  选自 修行与生活座谈会  定弘法师主讲  (第一七五集)  2012/7/18  香港佛陀教育协会

Cara memohon jodoh


Petikan Ceramah Venerable Ding Hong :
Bagaimana agar bisa mendapat pasangan hidup, yang bisa belajar Ajaran Buddha bersama-sama?

Ini sungguh tidak mudah, terutama pada era sekarang ini, kadang kala kita berpikir segalanya bisa terkabul sesuai dengan keinginan, namun akhirnya yang terjadi malah tidak sesuai dengan impian.

Maka itu saat menjalin hubungan cinta adalah berkobarnya api asmara, setelah menikah adalah alat pemadam kebakaran, gejolak perasaan yang membara itu kini telah tiada lagi. Apa alasannya? Oleh karena kedua belah pihak mulai melihat dengan jelas tabiat asli masing-masing.  

Bila anda ingin mendengarkan perkataan yang sejujurnya, maka saya nasehati anda bahwa pernikahan itu termasuk jalinan asmara. Jalinan asmara janganlah taruh di hati, anda jangan melekat padanya.

Apabila melekat padanya, ini juga merupakan nafsu keinginan, ini merupakan pikiran yang tercemar, dengan pikiran yang tercemar ini, bagaimana bisa bersua dengan jodoh yang suci? Jadi janganlah memohon akan munculnya jodoh tersebut.

Jaman dulu ada sebuah kata pepatah “Pernikahan adalah karunia Tuhan”, biarlah Tuhan yang mengaturnya buat anda.

Baik-baiklah belajar Ajaran Buddha dan mengamalkannya, membangkitkan keyakinan dan tekad terlahir ke Alam Sukhavati, inilah yang harus dimohon, ini adalah permohonan suci.

Apabila jodoh anda memang sudah tiba, maka akan muncul seseorang yang memiliki tujuan dan arah yang sama denganmu, bersama-sama melewati sisa hidup di dunia.

Sebaliknya bila anda memohon dan mengharapkan kemunculannya, maka mungkin saja jodoh yang muncul malah tidak memiliki tujuan dan arah yang sama denganmu, yang bisa saling menciptakan jodoh Dharma.

Maka itu untuk memperoleh jodoh yang suci adalah memulainya dengan hati yang suci, tidak ada nafsu keinginan di dalamnya.

Dipetik dari : Ceramah Venerable Ding Hong
Judul : Pokok Bahasan Melatih Diri dan Kehidupan Keseharian
Serial ke-174
Tanggal : 14 Juli 2012
Bertempat di : HK Buddhist Education Foundation




这个很不容易,尤其是在现在这个时代,有时候我们是一厢情愿,最后结果可能完全不是我们想像的那样。所以,恋爱的时候是火,结婚的时候就变成灭火器,那股热情就没有了。为什么?互相就认识本来面目了。所以我觉得,你要听我的真实话,我就这样奉劝你,这些结婚的缘属於情缘,情缘的事情最好不要放在心上,你不要去求。有求,这个求的念头是一种欲念,这已经是染污的念头,用染污的念头去求,怎么可能碰上个很清净的缘?很不容易。所以,我劝你还是不要求,古时候有句话讲「姻缘天赐」,让天来赐给你就好,你不要求。应该求什么?求认真的修学,对佛法教理的解悟、力行,求证果、求往生,求这个,这是清净的求。假如你真有这样的缘,就会出现跟你志同道合的人,碰上了大家可以一起过。但是千万不要染,不染,最开始就不要求,你有求,你肯定会染。染了,就不可能像你这里讲的互相创造法缘,就难,不是法缘,变成情缘,情就有烦恼。法缘是清净的,清净的果,要用清净的因才能感得,清净的因,就是最初自己心要清净、没有欲求,你就会有清净的果报。

  选自 修行与生活座谈会  定弘法师主讲  (第一七四集)  2012/7/14  香港佛陀教育协会


Uang saku buat ayahbunda


Petikan Ceramah Venerable Ding Hong :
Bagaimana cara yang baik untuk mempersembahkan uang saku kepada ayahbunda barulah dikatakan sebagai berbakti?

Tergantung pada situasi dan kondisi, ini sangat penting. Mempersembahkan uang saku kepada ayahbunda tentunya merupakan hal yang bagus dan sudah sepantasnya, berapa jumlahnya juga tergantung pada berapa yang diperlukan ayahbunda.

Kalau terlampau banyak tentunya tidak bagus, apalagi kalau ayahbunda tidak belajar Ajaran Buddha, menggunakan uang tersebut tidak pada tempatnya, tentunya tidak bagus; sebaliknya kalau terlampau sedikit jumlahnya, ayahbunda jadi tidak senang, ini juga tidak baik, jadi jumlahnya harus tepat, yang penting ayahbunda merasa gembira.

Tetapi ini juga bukan yang paling penting, berbakti pada ayahbunda tidak hanya terbatas pada memelihara jasmani ayahbunda, memberinya persembahan uang dan materi. Yang penting adalah memelihara rohani ayahbunda, memelihara batin ayahbunda, memelihara jiwa kebijaksanaan ayahbunda.

Memelihara jiwa kebijaksanaan ayahbunda adalah menuntun mereka belajar Ajaran Buddha supaya mereka ikut melafal Amituofo bertekad lahir ke Tanah Suci Sukhavati. Tentunya ini juga termasuk bentuk persembahan materi dari anda kepada mereka, agar hati mereka bisa gembira, jiwa raga juga harus diberi persembahan, mereka bisa bergembira barulah mau mendengarkan perkataanmu.  

Tentu saja mempersembahkan uang kepada ayahbunda agar mereka bisa menimbun jasa kebajikan adalah hal yang bagus sekali. Sedangkan berapa banyak jumlah yang mau diberikan, tergantung keadaan masing-masing, yang penting memakai kebijaksanaan untuk menentukannya.

Dipetik dari : Ceramah Venerable Ding Hong
Judul : Pokok Bahasan Melatih Diri dan Kehidupan Keseharian
Serial ke-151
Tanggal : 13 Maret 2012
Bertempat di : HK Buddhist Education Foundation




这个也要看情况,这个掌握的度非常重要。给父母花销应该的,供养父母,但是给多少,要看父母有多少需要。给得太多不一定是好,尤其是父母不学佛,他拿你的钱花在不合适的地方,这也不好;给得少了父母不开心也不好,所以要掌握度数,总要让父母觉得很满意就可以了。这毕竟不是最主要的,孝养父母不仅养父母之身,这物质上的供养,更重要的养父母之心、养父母之志、养父母之慧。最高的就是养父母之慧,让他们学佛,让他们念佛求生净土。当然这也要包含你对他们的物质供养,让他们欢喜,身心都得到供养了,他们很高兴听你话,那你讲什么他能相信,愿意听。当然拿钱来给父母做功德也是很好的,替他修福。至於说用多少,比例是怎么样,自己看情况而定,每个家庭、每个人状况不一样,总要用智慧来决定。

  选自 修行与生活座谈会  定弘法师主讲  (第一五一集)  2012/3/13  香港佛陀教育协会

 

Kapan Zhunian dilakukan


Petikan Ceramah Venerable Ding Hong :
Kapan waktu yang paling ideal untuk melakukan Zhunian?

Yakni dimulai dari saat menjelang ajal, saat pasien masih hidup, saat kesadarannya masih jelas, maka kegiatan Zhunian sudah boleh dimulai. Sebagian besar pasien akan melalui berbagai tahapan barulah kemudian meninggal dunia, jadi bukanlah bilang mati langsung mati, jadi ada tahapan-tahapan yang akan dilewati.

Kecuali mengalami kematian mendadak seperti kecelakaan lalu lintas, ini tidak berdaya. Sedangkan pasien yang menderita sakit, perlahan-lahan tubuhnya akan melemah, sampai akhirnya tidak bisa makan dan minum lagi, tubuhnya makin kurus, ini adalah gejala-gejala bahwa ajalnya sudah tidak jauh lagi.

Ketika kita melihat nafasnya mulai sesak, saat begini kegiatan Zhunian sudah boleh dimulai. Dalam kegiatan Zhunian yang paling penting adalah menasehatinya agar membangkitkan keyakinan dan membulatkan tekad terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.

Master Ouyi mengatakan, berhasil tidaknya seseorang terlahir ke Alam Sukhavati adalah tergantung apakah dia memiliki keyakinan dan tekad. Saat menjelang ajal dikhawatirkan dia akan melupakan keyakinan dan tekadnya, jadi mesti menyampaikan ceramah untuk mengingatkan dirinya supaya membangkitkan keyakinan dan membulatkan tekad.

Ceramah yang diberikan tidak boleh panjang, oleh karena pasien tidak bisa menangkap inti yang ingin anda sampaikan, sementara kondisinya sudah sangat lemah, jadi penyampaiannya harus singkat dan tepat, katakan padanya : “Sekarang anda harus melafal Amituofo membulatkan tekad terlahir ke Alam Sukhavati, segala sesuatu di dunia ini mesti dilepaskan, mengikuti Buddha Amitabha terlahir ke Alam Sukhavati, ikutilah kami melafal Amituofo”. Begini sudah boleh. 

Penyampaian hendaknya tulus, menuntunnya membangkitkan keyakinan dan tekad. Kemudian anda mulai melafal Amituofo, dia akan mengikuti anda melafal Amituofo, tidak lama kemudian pasien akan terlahir ke Alam Sukhavati dan menghembuskan nafas terakhir. Jadi terlahir ke Alam Sukhavati itu adalah pada saat pasien masih hidup (sebelum menghembuskan nafas terakhir), jadi bukan setelah meninggal dunia barulah terlahir ke Alam Sukhavati.

Kalau saat menjelang ajal, kita tidak sempat sampai di lokasi dan pasien sudah meninggal dunia, maka kegiatan Zhunian juga tetap dijalankan, lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Pada saat begini apabila pasien mau atau tidak menerima nasehat yang anda sampaikan padanya, lalu apakah pasien juga bersedia melafal Amituofo sampai detik terakhir; atau mungkin saja pasien malah tidak sudi mendengarkan arahan yang anda berikan, atau enam akar(indera)nya tidak berfungsi lagi, mata tidak mampu melihat lagi, telinga tidak bisa mendengar lagi, maka walaupun anda berikan arahan padanya juga tiada gunanya lagi.

Anda katakan bahwa tubuh Antarabhava juga bisa terlahir ke Alam Sukhavati, namun kemungkinannya amat kecil, jadi apakah ada atau tidak? Tentu saja ada, cuma kemungkinannya sangat kecil.

Terkecuali ketika berada di periode Antarabhava, mendengar anda memberinya nasehat, lalu dia menerimanya dan melafal Amituofo, kalau begini masih bisa terlahir ke Alam Sukhavati.

Tetapi kalau semasa hidupnya dia tidak percaya pada Aliran Sukhavati, setelah meninggal dunia dan berada di periode Antarabhava, lebih tidak mungkin lagi baginya membangkitkan keyakinan dan tekad serta mau melafal Amituofo.

Terkecuali semasa hidupnya memang suka belajar Ajaran Buddha, saat berada di periode Antarabhava mendengar Buddha Dharma, akar kebajikan yang dipupuknya semasa hidup jadi efektif, dia langsung bisa menerima dan membangkitkan keyakinan dan tekad, melafal Amituofo terlahir ke Alam Sukhavati.

Maka itu setelah sanak keluarga meninggal dunia, hendaknya di rumah diputar VCD ceramah Dharma, atau menghidupkan mesin pemutar ceramah Dharma, siang malam 24 jam agar almarhum dapat mendengarnya. Cara ini sungguh efektif.

Sedangkan bagi pasien yang menderita penyakit berkepanjangan, misalnya kanker, akan melewati satu kurun waktu, bisa setengah tahun atau tiga bulan, maka boleh menasehatinya mendengar ceramah Dharma. Oleh karena kondisi pasien lemah, juga sulit terfokus, sebaiknya VCD ceramah yang diputar juga jangan terlalu panjang.      

Sebaiknya pilih saja yang merupakan intisari, boleh ambil topik 48 tekad agung Buddha Amitabha, khususnya tekad yang ke-18 saja, atau “Sepuluh lafalan pasti terlahir ke Alam Sukhavati”, agar dia mendengarnya berulang kali, dengan demikian dia pasti akan memahami, lalu membangkitkan keyakinan dan tekad melafal Amituofo terlahir ke Alam Sukhavati.

Dipetik dari : Ceramah Venerable Ding Hong
Judul : Pokok Bahasan Melatih Diri dan Kehidupan Keseharian
Serial ke-172
Tanggal : 7 Juli 2012
Bertempat di : HK Buddhist Education Foundation




助念理想的状况,是从他临终前开始,活著的时候、清醒的时候开始助念是最好的。一般人的死亡都有个过程,不会说立刻就死掉,他都有个过程,除非是遇到什么车祸、突发的事件,那就没办法。一般譬如说得病,他都有个过程,身体慢慢的衰弱,最后不能进食,身体一天天消瘦下去,这些都是徵兆,离寿命终点不远了。当我们看到他的气息开始衰弱的时候,这时候助念就要开始。助念很重要的个环节就是开示劝导,劝导他深信切愿求生净土。因为蕅益大师讲,得生与否,全由信愿之有无。临终的时候,就怕他把信愿丢掉,开导他就是提起他的信愿。开导不能讲长,讲长他没有这个精力听你的,很衰弱了,就是很简单几句话,告诉他:你现在要念阿弥陀佛求生西方,这个世界一切都放下,跟阿弥陀佛走,你跟我们一起念佛,就行了。说得要真诚、要恳切,把他的那种恳切的信愿带起来。然后你念佛,他跟著你念,没多久就能念走,就能往生。所以往生是活著走的,不是死了以后才走。

如果临终前没赶到,他已经断气了你才到,那也只好来弥补,念总比不念好,但是能不能往生就说不准。这时候如果他能听到你劝导,你还是要给他开示,听到你劝导,他能够念佛就走了;他要是不能够听你的,或者已经六根都不起作用,眼根慢慢看不见,耳根也听不到,这个时候就没用了。你说中阴往生,那个可能性很小,有没有?当然也有,不是说不可能,但是机会很小。要碰到什么?刚好他回来,他愿意接受你的劝导,他那时候明白了,念佛能往生。但是他那个时候的智力,估计没有生前的高,生前要是都不能相信、不能发愿去,中阴的时候是不可能的。一般是什么?生前没闻到佛法,中阴的时候闻到佛法,他宿世有善根,闻到佛法他相信,能发愿去往生,他就能往生。所以人走了以后,应该在家里放光盘,或者是开播经机,二十四小时放给他听,祈请他回来听经,这就管用。

对於还没有马上就死亡的人,你看到他已经得了癌症晚期、不治之症,但是说他马上走还没那么快,这癌症晚期可能有半年、可能有三个月,怎么办?劝他听经。一般病人身体虚弱,精力不能集中,最好不要给他听很长很长的经,要挑精华给他听。譬如说《净土大经解》我们专挑第十八愿「十念必生」那个光盘,让他反覆听,这样他听明白,他能产生信愿,就能往生。

  选自 修行与生活座谈会  定弘法师主讲  (第一七二集)  2012/7/7  香港佛陀教育协会